Kuota IPv4 Sudah Terbatas, Saatnya Gunakan Generasi Terbaru IPv6

Membangun suatu website memerlukan satu kesatuan yang utuh terkait domain dan hosting. Domain yang sudah kamu beli untuk nama websitemu dilengkapi dengan nameserver dan DNS. Apa itu nameserver? Nameserver merupakan sebuah server atau pusat data yang berisikan nama domainmu yang sudah kamu beli beserta IP Address atau Alamat Internet Protokol. Biasanya suatu domain atau website memiliki beberapa nameserver seperti NS1 dan NS2 atau NS5 dan NS6. Setiap kamu membeli domain kamu perlu mengatur nameserver sesuai dengan nameserver yang disediakan oleh hosting. Pastikan kamu membeli hosting IPv6 murah yaa tapi bukan murahan, tetep kualitas harus nomor 1. Sebelum kita memabahas hosting IPv6 murah, kita pahami dulu terkait kerja DNS. Apa itu DNS? DNS atau yang dikenal dengan Domain Name System adalah suatu kesatuan tools atau alat yang digunakan untuk menjabarkan domain menjadi Alamat Internet Protokol yang selanjutkan menjadikan suatu website atau domain dapat diakses. Alamat IP berupa angka angka contoh 202.193.235, nah angka angka inilah yang nanti oleh DNS dijabarkan menjadi alamat website kamu.

Lebih jelasnya apa sih IP itu? Seperti yang sudah dijabarkan diatas bahwa IP merupakan alamat yang beru angka angka, dari angka angka tersebut sistem akan mengidetifikasi alamat suatu perangkat komputer dan kemudian juga mengirim data dari jaringan internet satu ke jaringan internet yang lain termasuk menerjemahkan atau menjabarkan alamat website kamu.  Alamat IP selalu mengalami perkembangan dan perbaikan, sekarang ini kita sudah ada digenerasi IP yang ke enam atau lebih dikenal dengan sebutan IPv6. IPv6 bisa dikatakan hadir untuk memperbaiki versi pendahulunya yaitu IPv4. Karena sudah hadir IPv6 pastikan hosting yang kamu beli adalah hosting IPv6. Salah satunya domainesia.com, situs mereka sudah support hosting IPv6 murah loh.

Mengapa IPv4 perlu digantikan dengan IPv6?

Setelah kita paham bahwa alamat IP selalu mengalami perubahan generasinya seperti perangkat komputer lainnya. Kita akan bertanya perubahan apa yang terjadi pada alamat IP? IPv4 mempunyai kuota, nah sekarang ini karena perkembangan teknologi yang pesat generasi ini mengalami penipisan kuota. Dimana IPv4 mempunyai struktur identifikasi alamat yang sejumlah 32 bits yang terbagi menjadi 4 blok, dengan tiap blok terisi 8 bits. Kemudian IPv4 pada dasarnya terdiri dari angka desimal yaitu 0 sampai 9 dengan 10 basis header field-nya. Selain itu IPv4 kurang bisa bekerja secara bersamaan sehingga membuat pengiriman data dan kerja sistem menjadi melambat serta terbatasnya penggunaan fitur IPSec. Karena layanan yang terbatas inilah yang menjadi alasan kenapa IPv4 perlu diperbarui dengan IP generasi ke 6 atau IPv6.

Kelebihan Sistem Kerja IPv6

  1. Mempunyai struktur identifikasi alamat sejumlah 128 bits yang terbagi menjadi 8 blok sehingga IPv6 bisa dikatakan mempunyai tempat alamat IP yang berkapasitas besar.
  2. Kapasitas penyimpanan yang besar akan mampu digunakan hingga beberapa puluh tahun kedepan.
  3. Jika IPv4 hanya angka desimal, generasi ke 6 ini sudah sampai heksadesimal yaitu 0 sampai Abjad F.
  4. Mampu jika digunakan untuk kerja berat atau multitasking
  5. Mempunyai kemampuan transfer yang sangat cepat.
  6. Dilengkapi dengan sistem keamanan Internet Protocol Security.
  7. Konfigurasi otomatis tidak perlu bantuan DHCP untuk IPv6.
  8. End to End Communication otomatis tanpa NAT.
  9. Perangkat host bisa kamu pakai untuk MAC Address.

Cara gampang Seorang Pemula Gunakan Hosting IPv6 Murah

Seperti yang dikatakan diatas, kamu bisa menikmati berbagai kelebihan fitur IPv6 di penyedia hosting IPv6 murah seperti Domainesia.com. Sebelum kamu menikmati hosting IPv6 murah, cara gampang menggunakan IPv6 berikut harus kamu simak terlebih dahulu yaa, ini bisa kamu jadikan acuan. Terdapat dua cara gampang untuk tau alamat IP baik itu IPv4 dan IPv6, cara tersebut adalah dengan akses client area penyedia situs dan mengecek di cPanel Hosting IPv6 murah.

1. Lewat Client Area Penyedia Situs Domain dan Hosting

Kali ini kita akan contohkan menggunakan akun domainesia.com. Hal yang perlu kamu lakukan adalah login terlebih dahulu ke situs tersebut. Jika kamu belum mempunyai hosting dan berniat beli maka kamu bisa akses hosting domainesia.com dan memilih paket hosting yang kamu kehendaki. Karena tadi kamu sudah paham tentang IPv6 maka usahakan memilih hosting IPv6 murah yang domainesia.com sediakan. Setelah itu jika layanan hostingmu sudah aktif kamu bisa akses panel servises di domainesia.com, lalu pilih produk hosting dilayananmu yang ingin diketahui alamat IP-nya. Kamu bisa menemukan alamat IPv6 milikmu pada bagian server information ya, disana akan tersedia alamat IPv4 dan juga IPv6, secara struktur IPv6 akan mempunyai struktur yang lebih kompleks dan panjang dibandingkan IPv4.

2. Lewat cPanel Hosting IPv6 Murah

Nah selain lewat client area kamu juga bisa mengecek lewat cara cPanel berikut ini. Hal pertama yang pastinya harus kamu lakukan adalah login di hosting IPv6 murah yang kamu gunakan. Pada widget pencarian kamu bisa mengetikkan zone editor, yang mana panel ini digunakan untuk tau alamat IP. Setelah panel zone editor muncul dan terbuka, kamu bisa memilih website yang ingin kamu lihat IPv6-nya dan memilih tombol manage. Dari situ akan muncul berbagai filter, nah untuk tau IPv6 kamu bisa memilih filter AAAA, sedangkan kalau membutuhkan IPv4 kamu bisa memakai filter A.

Penutup

Setelah tau berbagai keunggulan IPv6 pasti membuat kamu tertarik dan ingin mencoba generasi terbaru alamat IP tersebut bukan? Kamu bisa mencoba layanan hosting IPv6 murah salah satunya dari domainesia.com untuk menikmati fitur IPv6 yaa. Kamu bisa mengikuti cara gampang diatas untuk memulainya yaa dan memahami seluk beluk IPv6 sesuai uraian diatas.Tapi tenang saja kalau kamu masih ingin menggunakan IPv4 kamu juga masih bisa menggunakannya meskipun kuotanya sudah terbatas saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *