Jenis dan Faktor Penyebab Alergi Pada Anak 3 Tahun

Kekhawatiran orang tua tidak hanya soal bakteri dan virus yang menyebabkan anak sakit, tapi juga sistem imun itu sendiri. Yap! Kenapa harus sistem imun? Karena benteng kekebalan tubuh ini berperan dalam memerangi zat atau objek berbahaya dari dalam atau luar tubuh. Apa bila sistem kekebalan tubuh ini kehilangan kemampuannya mengenali benda atau zat berbahaya yang masuk tubuh, tentu akan sangat berbahaya. Seperti yang terjadi pada alergi pada anak 3 tahun.

Perlu Anda ketahui bahwa anak memiliki kecenderungan alergi yang tinggi bila memiliki beberapa faktor pemicu. Faktor pemicu ini meliputi riwayat kesehatan keluarga apakah ada yang memiliki alergi, penyakit, dsb. Alergi sendiri sebenarnya merupakan reaksi tubuh pada zat atau benda tertentu yang tidak cocok dengan sistem kekebalan tubuh anak.

Apa Saja Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alergi Anak?

1. Faktor Turunan

Apa bila Anda atau pasangan, atau Anda dan pasangan memiliki riwayat alergi, maka besar kemungkinan buah hati Anda juga menderita hal yang sama.

2. Pemberian Makanan Sebelum Usia 6 Bulan

Pada usia 6 bulan ke bawah, bayi tidak boleh mengkonsumsi makanan padat atau susu sapi. Pemberian susu sapi dan juga makanan pendamping bisa memicu alergi karena saat itu tubuh bayi masih belum bisa memecah zat protein tinggi dengan baik. Selain itu, ASI sangatlah penting karena di dalamnya terdapat informasi kekebalan tubuh yang ditransfer oleh ibu melalui air susunya.

3. Paparan Zat Tertentu

Debu dan tungau adalah salah satu faktor alergi yang paling banyak dijumpai. Orang dewasa pun juga kerap mengeluarkan reaksi alergi saat dua zat ini ada di sekitar mereka. Selain itu, polusi juga berperan besar pada pembentukan alergi pada anak.

Apa Saja Jenis Alergi Pada Bayi Dan Balita?

Perlu Anda ketahui, ada beberapa jenis alergi. Dengan mengetahuinya, Anda bisa melakukan berbagai pencegahan yang perlu. Berikut ini adalah 3 jenis alergi yang paling umum terjadi pada buah hati:

1. Alergi Makanan

Makanan merupakan pemicu paling utama atas alergi yang terjadi pada si kecil. Yang paling sering adalah ketika tubuh bereaksi dengan protein. Umumnya alergen yang menjadi pemicu adalah telur, kacang tanah, susu sapi, kedelai, gandum, kacang dari pohon, seafood, pemanis buatan dsb.

Gejala paling umum pada alergi makanan meliputi mengi, bersin, mual-muntah, susah bernafas, gatal di area mulut, detak jantung cepat, diare, hingga syok anafilaktik.

2. Alergi Serbuk Sari, Jamur dan Debu

Tiga jenis alergen ini merupakan yang paling umum. Lingkungan sangat penting pada pertumbuhan anak dan Anda harus memastikan kondisi lingkungan terhindar dari tiga alergen ini.

Kejadian yang paling umum dari penderita alergi ini adalah alergi rhinitis. Jenis alergi ini merupakan akibat peradangan pada rongga hidung. Umumnya gejala yang umum adalah mata berair dan terasa gatal, kadang juga bengkak. Selain itu, anak kerap mengalami hidung tersumbat, kelelahan dan bersin-bersin diiringi batuk kering.

3. Alergi Obat

Apa bila buah hati sering sakit-sakitan, pastikan juga Anda memperhatikan beberapa kandungan di dalamnya. Umumnya alergi obat muncul dengan gejala ringan. Tapi dalam beberapa kasus, ada yang mengalami gejala berat.

Secara umum, penderita alergi obat kerap mengalami ruam, gatal-gatal, sesak napas dan pembengkakan kelopak mata. Bila ini terjadi, segera hentikan obat dan berkonsultasilah ke dokter.

Menghindarkan buah hati dari allergen merupakan hal yang penting supaya gejala alergi tidak muncul dan si kecil lebih bebas menjalankan aktifitasnya. Kunjungi situs Morinaga Platinum untuk berbagai kuis mengenai alergi anak dan pencegahannya!

Meta desc:

Alergi pada anak 3 tahun memang sangat susah dikenali.Kenali beberapa penyebab dan kiat-kiatnya supaya gejala alergi tidak muncul di tengah aktivitas yang seru!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *